Bentuk dan tahapan pembangunan candi Borobudur

Candi Borobudur dari atas

Assalamualaikum Wr.Wb, selamat gini hari bagi para pembaca sengkala. Sebuah bangunan dibangun dengan cara bertahap untuk menciptakan bangunan yang kokoh dan tahan lama, tidak ada bangunan yang bisa dibangun dalam semalam saja. Begitu pula dengan candi Borobudur.

Candi Borobudur sendiri memilik bentuk punden berundak dengan denah persegi berukuran panjang 121,606 meter dan lebar 121,308 m dan tinggi 35,40 meter serta memiliki tangga dipertengahan keempat sisinya.  Borobudur berbentuk kisi-kisi dengan ukuran yang semakin pendek ke atas Candi Borobudur memiliki 10 tingkat dengan stupa induk pada tingkat paling atas. Pada tingkat paling bawah disebut Kamadhatu, dan bagian tubuh candi disebut Rupadhatu, sedangkan puncak candi yang berbentuk lingkaran disebut Arupadhatu.

Bentuk candi Borobudur berkaitan dengan ajaran dasabunyi dalam buddhisme Mahayana, yaitu 10 tingkat perkembangan Bodhisatwa berupa 10 tindakan penyempurnaan yang harus dilakukan oleh bodhisatwa untuk mencapai kebuddhaan.

Dalam proses pembangunannya, borobudur dibangun dalam lima tahap yakni :

Tahap 1 dibangun sekitar abad 780 Masehi berupa 3 struktur teras kecil yang didirikan di atas struktur lain.

Tahap 2 perluasan pondasi Candi Borobudur dan penambahan beberapa teras yang semakin keatas semakin kecil pada tahap ini dibangun sebuah stupa besar pada puncak yang dikelilingi oleh pagar berbentuk lingkaran.

Tahap 3 yakni perubahan pada bagian puncak menjadi tiga buah teras lingkaran berisi stupa stupa teras dan sebuah stupa induk pada teras teratas.

Tahap 4 dan 5 terdapat sedikit perubahan pada bangunan candi yakni penambahan perubahan pada relief baru,  pada lorong dan pagar langkan.

Demikian lah informasi mengenai bagian-bagian dari candi Borobudur dan proses tahapan pembangunannya.

Baca Juga  Inggit Garnasih, Berjuang Demi Cita, Berjuang Dengan Cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *