Menikah dengan Kesiapan Hati dan Mental Melalui Pendidkan Pra Nikah

Oleh: Teja Hariwijaya

sengkala – Salah satu fase dalam hidup yang lazimnya dijalani seorang manusia adalah menemukan pasangan hidup. Sebagai mana yang kita ketahui bersama bahwa pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Dalam artian bahwa manusia membutuhkan orang lain dalam banyak hal. Termasuk dalam hal membangun kebahagian yang di dasari oleh rasa cinta dan kasih sayang terhadap seseorang yang dia cintai.

Indonesia Sebagai salah satu negara yang mayoritas muslim dan menganut system tidak sebabas di Barat tentunya menolak adanya hubungan yang terjadi secara tidak resmi baik berdasarkan agama maupun negara, maka dari itulah dibuatlah aturan agar untuk mnghindari berbagai hal yang tidak di inginkan melalui suatu ikatan dan hubungan yang rsmi yaitu melalui pernikahan.

Menurut KBBI nikah adalah perjanjian perkawinan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.

Dari akad itu juga, muncul hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan. Namun dibalik itu semua pernikahan merupakan sebuah ikatan yang sakaral dan bukan hanya di lakukan oleh sepasang manusia melainkan menyautkan dua keluarga menjadi satu.

Pernikahan merupakan perjanjian dari pasangan manusia sendiri untuk bagaimana hidup bersama, mendampingi, menyangi, dan menjaga satu sama lain dalam waktu yang lama. Bahkan ada istilah bahwa menikah adalah peristiwa penting yang hanya terjadi sekali dalam hidup.

Ada juga beberapa kepercayaan dalam masyarakat daerah di Indonesia bahwa seseorang hanya boleh menikah satu kali dalam seumur hidupnya!. Hal ini menunjukkan bahwa menikah adalah suatu hal yang sangat disakralkan.

Baca Juga  PELAJARI 5 HAL PENTING INI YANG HARUS DIPERSIAPKAN SEBELUM MENIKAH

Ada beberapa tujuan dari proses pernikahan dalam mengantarkan seorang manusia untuk memperoleh kebahagiaan dalam pernikahannya, antara lain:

. 1. Memenuhi kebutuhan dasar manusia

 Pernikahan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan emosional, biologis, rasa saling membutuhkan, dan lain sebagainya.

2. Mendapatkan ketenangan hidup

Dengan menikah, suami atau istri dapat saling melengkapi satu sama lain. Jika merasa cocok, kedua-duanya akan memberi dukungan, baik itu dukungan moril atau materil, penghargaan, serta kasih sayang yang akan memberikan ketenangan hidup bagi kedua pasangan

3. Memperoleh keturunan

Sejatinya dalam pernikahan ada hal lain yang dapat menambah kebahagiaan pasangan itu sendiri yaitu hadirnya anak-anak dan keluarga mereka sebagai generasi yang jauh lebih baik. Selain itu adanya pernikhan membuat si anak tersebut memiliki pengakuan dan kekuatan hukum yang jelas baik dimata agama maupun negara.

Pendidikan Pra Nikah

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Di mana pendidikan merupaka sebuah proses untuk membentuk seseorang tersebut. Pendidikan bisa dikatakan sebagai tuntunan untuk dapat tumbuh dan berkembangnya seseorang dengan proses mencari, menemukan, dan menghasilkan.

Mengingat pernikahan merupakan impian bagi setiap insan manusia, rasanya perlu mempersipakan bukan hanya dengan memeprsiapkan materi saja lebih dari itu pernikahan adalah jalan panjang yang harus ditempuh dan dijalani secara bersama-sama oleh setiap pasanganya dengan kesiapan mental dan pengetahuan.

Dari pernyataan tersebut rasanya perlu bagi mereka yang ingin menikah untuk mengetahui tentang konsep dan arti sesungguhnya dari pernikahan. Agar setiap mimpi, tujuan, serta harapan setiap psangan dalam pernikahan itu tercapai.

Pendidikan Pra-Nikah adalah proses transformasi pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan tentang pernikahan. Sebelum dan sesudah pernikahan itu sendiri dilakukan oleh calon pengantin di dalam kelompok atau unit sosial terkecil dalam masyarakat.

Baca Juga  Cara Menghitung Daya Listrik Pada Perangkat Elektronik

Baru-baru ini pemerintah akan mencanangkan sertifikasi pranikah bagi para calon pengantin. Sebenarnya, bukan soal sertifikasinya yang menjadi acuan, namun pendidikan pranikahnya yang dapat diambil manfaatnya bagi calon pasangan pengantin untuk memulai bahtera kehidupan rumah tangganya.

Oleh karena menikah itu tidak cuma sukanya saja, namun dukanya juga harus dipahami agar langgeng. Kekuatan mental serta sikap saling menghargai di antara pasangan harus tetap dipunyai. Apalagi pernikahan itu bukan hanya termin yang sebentar, namun berharap akan bertahan lama sampai maut memisahkan.

Apalagi menikah itu menyatukan dua keluarga besar serta dua individu dengan isi yang sangat berbeda, yang butuh pemahaman yang matang dan bijaksana dalam menjalaninya. Jadi, sebaiknya memang pendidikan pranikah dijalani terlebih dahulu sebelum perhelatan dengan mengambil beberapa manfaat berikut ini.

  1. Memantapkan Hati Bahwa Menikah Itu Adalah Proses Perjalanan Panjang Antara Sepasang Manusia

Menikah Tak cuma sekadar cinta yang ada dalam diri pasangan yang akan menikah. Saling menghargai perbedaan, sifat, sikap, serta menyatukan pola pikir agar bersinergi adalah kunci langgengnya pernikahan.

Memantapkan hati dalam memilih pasangan serta menjalani kehidupan setelahnya adalah hal yang harus dimiliki setiap pasangan.

  • Mengetahui Pendidikan tentang Konsep Pernikahan dan Berkeluarga  sejak dini sebagai bekal pengetahuan Mengatur dan Mengelola Rumah Tangga Serta Mendidik Keturunan.

Mengikuti pendidikan pranikah penting agar ada bekal pengetahuan dalam pengasuhan anak kelak. Menikah salah satu poinnya dalah meneruskan keturunan, oleh karena itu bekal parenting sangat wajib dimiliki setiap pasangan agar mantap mengasuh buah hati dengan baik, bijak, serta penuh tanggung jawab dan penuh kasih sayang.

  • Meminimalisasi Tindak KDRT

Konflik dalam pernikahan acap kali terjadi oleh karena ketidaksamaan misi serta visi dalam membina rumah tangga. Tak sering kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena tidak siapnya pasangan menerima segala masalah yang ada.

Baca Juga  Perkara Qodho dan Fidyah dalam Puasa Ramadhan

Ingatlah, bahwa pernikahan tidak hanya manisnya, namun pahitnya kehidupan juga harus dilalui bersama. Pendidikan pranikah sangat penting diikuti agar angka kekerasan dalam rumah tangga dapat diredam dan setiap pasangan dapat dengan bijak menyelesaikan konfliknya

  • Menyiapkan Mental dalam Menghadapi Setiap Permalasahan dan Menekan Angka Perceraian

Menikah tidak cuma saling cinta, menyalurkan hasrat seksual, berkasih sayang, dan sebagainya. Akan tetapi butuh jiwa yang kuat untuk menjalani kehidupan yang pastinya tidak dialami sukanya terus. Duka dan kekecewaan juga harus diterima dengan lapang dada sebagai ujian untuk lulus ke tahap hidup selanjutnya.

Sebaiknya, memang setiap pasangan melalui tahap pendidikan pranikah ini agar mempunyai bekal pengetahuan yang cukup serta manfaatnya juga sangat banyak. Pernikahan yang diharapkan setiap pasangan tentunya langgeng dan bahagia sampai akhir hayatnya, meski berbagai masalah menerpa akan tetap kuat menjalaninya untuk menjadi juara jika lulus dari itu semua.

Menikah itu memang banyak enaknya, tapi pikirkan juga jika ada sikap yang kurang enak dan butuh menjaga perasaan masing-masing. Angka perceraian di Indonesia masih tinggi. Penyebabnya bukan karena KDRT atau perselingkuhan saja, namun karena faktor ekonomi juga.

Tentunya, hal ini membutuhkan sebuah pemahaman yang sangat dalam memaknai kehidupan pernikahan secara sehat. Maka dari itu, bekal pendidikan pranikah sangat penting bagi setiap pasangan agar perceraian tidak mudah terjadi.

Sarip Hidayatulloh

Saat Tuhan menaikkan level hartamu. Jangan naikkan level gaya hidupmu. Tapi naikkan level sedekahmu

2 komentar pada “Menikah dengan Kesiapan Hati dan Mental Melalui Pendidkan Pra Nikah

  • 28 Mei 2021 pada 10:31 pm
    Permalink

    Trmksh min. Sangat bermanfaat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *