Gunung Puntang: Salah Satu Jalur Komunikasi Strategis Indonesia-Belanda 1917-1929

Oleh: Sarip Hidayatuloh

sengkala – Pada zaman Hindia Belanda tahun 1917-1929, kawasan Gunung Puntang disebut salah satu jalur komunikasi yang strategis.

Pemerintah Kolonial Belanda membangun sebuah stasiun pemancar radio Malabar yang disebut sebagai stasiun radio terbesar di dunia saat itu.

Stasiun Radio Malabar, demikian namanya, dirintis oleh Dr. Cornelius Johannes de Groot pada 1923. Pemancar radio ini memiliki antena pemancar sinyal dengan panjang 2 kilometer. Membentang di antara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian 500 meter dari dasar lembah.

Stasiun Radio Malabar adalah pemancar telegrafi radio VLF di Malabar, Indonesia ( koordinat: 7°6′58.61″S 107°36′22.26″E ), untuk link radio ke Belanda . Itu menggunakan salah satu pemancar busur paling kuat yang pernah dibuat, yang memiliki kekuatan 2400 kW.

Stasiun Radio Malabar menggunakan sepasang kabel paralel yang dipintal sepanjang sekitar 2 km di antara dua pegunungan sebagai antena.

Dengan semua kecanggihan itu, disebutkan jika kemampuan komunikasi antar dua benua melalui sistem telegraf pun bisa dilakukan tanpa hambatan. Bahkan di tahun 2004 sebuah situs di internet yakni www.cdvandt.org turut mencatat bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari sejarah komunikasi terkuat yang pernah dibuat di dunia.


Hingga saat ini pun puing-puing bekas peninggalannya masih dapat dijumpai sebagai saksi sejarah. Selain itu, stasiun pemancar di lokasi ini banyak dibangun bangunan lain yang dijadikan sebagai komplek perkantoran serta rumah dinas.

Pada area tersebut, terdapat sebuah kolam yang diberi nama Kolam Cinta. Dinamakan begitu Karena bentuk dari kolam tersebut membentuk sebuah lambang cinta. Untuk kebutuhan listrik sendiri, dibangun pula pembangkit listrik pada tahun 1919, seperti Lamajan dan Plengan di kawasan Pangalengan.

Sumber:

Baca Juga  Filsafat Posmodernisme dalam Pembelajaran IPS
https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Kautsar, Nurul Diva. 2021. Stasiun Radio Malabar Bandung, Pemancar Nirkabel Pertama Mendunia. https://www.merdeka.com/histori/stasiun-radio-malabar-bandung-pemancar-nirkabel-pertama-mendunia.html

Hermsen, Geschreven door Rudo. 2009. 90 jaar radio Malabar – eerste radiotelegrafie-verbinding (1923 – 2013). https://www.willemsmithistorie.nl/index.php/historische-nieuwsflits/300-eerste-radiostation-malabar-1923-2013

Sarip Hidayatulloh

Saat Tuhan menaikkan level hartamu. Jangan naikkan level gaya hidupmu. Tapi naikkan level sedekahmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *