Sejarah dan Asal Usul Kampung Adat Kuta Ciamis

Oleh: Teja Hariwijaya

sengkala – Kampung Adat Kuta merupakan Satu-satunya Desa Adat di Kabupaten Ciamis. Terletak  di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Berjarak sekitar 55 KM dari pusat kota.

Jika di tempuh dengan kendaraan pribadi dari pusat kabupaten menuju Kampung adat membutuhkan waktu sekitar 2.5 jam.

Untuk mencapai daerah ini ada dua alternatif kendaraan yakni dengan menggunakan kendaraan  pribadi  atau bisa naik angkutan umum dari Ciamis menuju Rancah. Perjalanan selanjutnya dilanjutkan dengan menyewa sepeda motor atau menggunakan jasa ojeg.

Kampong adat Kuta merupakan terletak di suatu lembah yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi. Udara di daerah ini sangat sejuk selain memang wilayahnya yang di kelilingi oleh tebing-tebing juga masyarakatnya sangat menjaga kelestarian alam.

Kampung adat kuta terdiri dari 117 KK dengan jumlah jiwa 283 yang terbagi dalam 4 RT dan 1 RW.

Kampung Adat Kuta memiliki luas wilayah 185,195 Ha yang meliputi wilayah perkampungan, lahan pertanian milik warga, dan hutan keramat. Tutur Warja pada 26 Maret 2018.

Mayoritas masyarakat Adat Kuta bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Karena sebagian besar dari Kampung Adat Kuta adalah hutan, sawah dan perkebunan. Selain itu, tanah di Kampung Adat Kuta juga cupuk subur, sehingga sangat cocok untuk dijadikan lahan pertanian.

Umumnya masyarakat adat kuta menanam, umbian-umbian, buah-buahan, selain itu itu sedikit masyarakat Kampung Adat Kuta yang memanfaatkan nira dari pohon aren dan pohon kelapa untuk dijadikan gula merah.

Nama Kuta sendiri berasal dari kata Mahkuta. Menurut tradisi lisan, Kuta merupakan daerah yang sempat akan dijadikan pusat kerajaan Galuh. Sejak Permadikusuma berkuasa hingga saat ini, masyarakat Kuta meyakini bahwa Kuta merupakan tempat peninggaalan kerajaan Galuh.

Baca Juga  Perkembangan Prostitusi di Jakarta Pasca Kemerdekaan Indonesia

Pada dasarnya cerita asal-usul Kampung Kuta memang tidak dapat diketahui secara pasti tahun berapa ditemukanya. Mengenai penuturan masyarakat Kuta, sejarah asal usul kampong adat Kuta terbagi atas dua versi.

 Pertama, kampung Kuta versi kerajaan Galuh dan  kedua, versi  kerajaan Cirebon. Namun keduanya ternyata memiliki hubungan.

Dalam beberapa dongeng buhun, masyarakat adat Kuta menganggap dan meyakini dirinya sebagai keturunan ratu galuh. Dan keberadaannya di kampung Kuta sebagai penunggu atau penjaga kekayaan ratu galuh.

Sarip Hidayatulloh

Saat Tuhan menaikkan level hartamu. Jangan naikkan level gaya hidupmu. Tapi naikkan level sedekahmu

4 komentar pada “Sejarah dan Asal Usul Kampung Adat Kuta Ciamis

  • 1 Juli 2021 pada 8:31 pm
    Permalink

    Admin saya mau bertanya!
    Jadi yang saya tanyakan, karakteristik apa yg membedakan kampung adat kuta dengan kampung adat lain?? Dan landasan apa yang membuat masyarakat kampung adat kuta, masih memegang teguh kepercayaan sampai saat ini???????

    Balas
    • 1 Juli 2021 pada 9:01 pm
      Permalink

      Hai kak bandiet, terimakasih sudah bertanya. Secara umum utk kampung adat itu hampir sama ka, namun yg membedakan dari cara masyarakatnya dlm mengekspresikan budaya atau adat yg mereka pegang, misalnya d kamlung adat kuta itu ada upacara adat nyuguh. Lalu knp masyarakat adat kuta masih memegang teguh ada istiadat atau budayanya. Karena mereka berpegang teguh pada pepatah atau ajaran sesepuh mereka. Misalnya ini:
      Sanajan urang budak ngora, kudu pengkuh kana papatah kolot baheula, ulah kagoda ku alam ayeuna, lamun embung cilaka engkena.

      Balas
  • 1 Juli 2021 pada 8:43 pm
    Permalink

    Admin saya mau bertanya!
    Jadi yang saya tanyakan, karakteristik apa yg membedakan kampung adat kuta dengan kampung adat lain?? Dan landasan apa yang membuat masyarakat kampung adat kuta, masih memegang teguh kepercayaan sampai saat ini?????!??

    Balas
  • 1 Juli 2021 pada 8:44 pm
    Permalink

    Admin saya mau bertanya!
    Jadi yang saya tanyakan, karakteristik apa yg membedakan kampung adat kuta dengan kampung adat lain?? Dan landasan apa yang membuat masyarakat kampung adat kuta, masih memegang teguh kepercayaan sampai saat ini?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *