Asal Usul Burkak: Pakaian Tradisional Afghanistan

Oleh: Sarip Hidayatuloh

sengkala – Burkak (juga ditulis burka atau burqa) bura’ah (dalam bahasa arab) adalah sebuah pakaian yang menutupi seluruh tubuh yang dikenakan oleh sebagian perempuan Muslim di Afganistan, Pakistan, dan India utara.

Kini pakaian ini jarang terlihat dikenakan di luar Afganistan. Burkak dikenakan menutupi pakaian sehari-hari (sering kali pakaian panjang atau salwar kameez) dan dilepaskan ketika si perempuan kembali ke rumahnya.

Jenis pakaian ini ditemukan asalnya di padang pasir jauh sebelum kedatangan Islam. Burkak memiliki dua fungsi utama:

Pertama, bertindak sebagai perlindungan terhadap angin kencang. Pria dan wanita memakainya pada masa itu dan masih melakukannya.

Kedua, terkait dengan perlindungan wanita. Karena seringkali terjadi kejatan yang dilakukan kepada wanita seperti penculikan dan bahkan pemerkosaan.

Dengan menggunakan burkak, kaum perempuan jadi lebih terlindungi, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas.

Sebelum Taliban merebut kekuasaan di Afganistan, pakaian ini jarang dikenakan di kota-kota. Pada masa pemerintahan Taliban, kaum perempuan diwajibkan mengenakan burkak setiap kali mereka tampil di tempat umum.

Pakaian ini tidak diwajibkan oleh rezim Afganistan sekarang, tetapi dalam keadaan yang serba tidak pasti saat ini, banyak perempuan yang memilih mengenakan burkak untuk melindungi dirinya.

Burqa penuh diwajibkan di Afghanistan di bawah mandat Taliban. Rezim tersebut mewajibkan rakyatnya menggunakan pakaian ini.

Burkak merupakan pakaian sejenis cadar yang menutupi seluruh bagian wajah termasuk mata, yang membuat pemakainya tidak bisa melihat secara normal. Karena “meshing” yang menyusunnya membatasi penglihatan.

Burqa Afghanistan memberikan tekanan kuat (berat) di kepala. Panjang rata-rata pakaian ini hingga setinggi kaki.

Diperkenalkannya pakaian ini terjadi di Afghanistan pada awal abad ke-20, pada masa kekuasaan Habibullah (1901-1919), yang memberlakukan penggunaannya pada wanita, dengan tujuan untuk menutupi kecantikan wajahnya, sehingga tidak menggoda pria lain.

Baca Juga  Kedatangan Bangsa Belanda dan VOC di Indonesia

Dengan demikian, burqa menjadi pakaian yang digunakan oleh kelas atas, sehingga “mengisolasi diri” dari orang-orang biasa, dan juga menghindari pandangan mereka.

Pada 1950-an, penggunaannya menjadi umum di sebagian besar penduduk, meskipun masih menjadi pakaian kelas kaya. Seperti yang telah dikatakan, itu menyebar di antara semua lapisan sosial dalam tindakan meniru kelas atas, karena dianggap sebagai simbol status sosial yang positif.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Burkak

https://es.m.wikipedia.org/wiki/Burka?fbclid=IwAR2liXGz52-KdnPq7RqAS8MWGE-Au9D9uUH2Gsz3vB6rlXLMO7WzVfBwnDA

Sarip Hidayatulloh

Saat Tuhan menaikkan level hartamu. Jangan naikkan level gaya hidupmu. Tapi naikkan level sedekahmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *