Sarekat Islam Afdeling B: Gerakan Rahasia di Tanah Priangan

Oleh: Sarip Hidayatuloh

sengkala – H. Ismail, presiden S.I. Manonjaya, adalah tokoh penting yang melakukan mobilisasi rahasia pasukan perang sabil atau lebih dikenal milisi afdeeling B. Gerakan ini memiliki jaringan yang sangat luas dengan jumlah anggota yang cukup besar.

Di wilayah karesidenan Priangan, anggota S.I. afdeeling B diperkirakan memiliki anggota ribuan orang. Sebagian besar tokoh yang terlibat gerakan rahasia ini adalah para kiyai, guru agama, dan haji-haji handelaar (saudagar) pelestari ajaran tarekat.

Berdasarkan informasi beberapa sumber, S.I. afdeeling B lahir setelah kongres Sarekat Islam (SI) Tasikmalaya yang dipimpin presiden C.S.I (Central Sarekat Islam) H.O.S. Tjokroaminoto di Manonjaya pada tahun 1918.

Afdeeling B adalah gerakan rahsia yang dipersiapkan untuk menyuarakan perang suci (jihad) melawan kekuasaan kolonial Belanda (Soekapoera, No. 1, 2016: 33).

S.I. Afdeeling B memiliki tujuan revolusioner. Organisasi rahasia ini hendak memerdekakan bangsa pribumi dengan cara menggulingkan kekuasaan penjajahan asing.

S.I. afd. B merencanakan aksi pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial. Gerakan ini disebut sebagai aksi pembersihan penindas anak negeri (Soekapoera, No. 1, 2016: 33).

Mulai tahun 1918, secara diam-diam, S.I. afd. B mengorganisir para kiyai, guru, dan santri  di tatar priangan untuk bergabung.

Berdasarkan dokumen kolonial, gerakan yang berasal di Tasikmalaya ini, telah menyebar ke seluruh kota dan pelosok kabupaten di karesidenan Priangan, meliputi Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Cianjur, Sukabumi, Bandung dan Sumedang (Soekapoera, No. 1, 2016: 33).

Afd B di kota Tsikmayala bernama Sarekat Islam Brago atau Sarekat Islam Bela Warga yang dipimpin oleh R. Wirapoetra seorang pegawai Bank di Tasikmalaya. Tokoh penting yang terlibat dalam S.I Warga ini adalah pengusaha kaya terkemuka di kota Tasikmalaya, pemilik percektakan Galunggung, yaitu H.O. Azhoeri (Soekapoera, No. 1, 2016: 34).

Baca Juga  Nasionalisasi Peusahaan-Perusahaan Asing Milik Belanda

S.I. afd B melakukan perekrutan anggota sesuai dengan tata cara ritual suci dalam ajaran tarekat. Di mana, anggota yang memasuki gerakan rahasia itu diambil sumpah (bai’at) dengan cara tawajjuh.

Sebagaimana keterangan H. Soelaeman salah satu tokoh afdeeling B dari desa Rancakuya distrik Ciawi. Pada saat memasuki afd. B, beliau bersumpah dihadapan H. Ismail.

Sumpah setia tersebut berbunyi “Demi Allah dan Rasul-Nya, Aku tidak akan memberi tahu siapapun tentang urusan afdeeling B, sekalipun kepada anggota S.I” (Kaoem Moeda, No. 25, 1920: 2). Setelah diambil sumpah, anggota afd. B diwajibkan tunduk pada aturan tersebut:

1.    Mesti teguh dalam agama, memelihara dan memperkuat keyakinan, dilarang murtad.

2.    Akan ada “amir” yang memimpin segala urusan sekaligus mengontrol. (Amir: raja atau ratu).

3.    Harus mau mengorbankan seperempat harta kekayaan yang dimilikinya untuk menolong sesama muslim, kepentingan agama, dan organisasi afdeeling B.

4.    Harus menunjukkan keberanian kepada semua orang yang merusak agama dan melawan S.I. dengan melakukan perang suci, jika perlu melakukan perlawanan terhadap pemerintah (Soekapoera, No. 1, 2016: 37).

S.I. afd. B bertujuan untuk memerdekakan bangsa pribumi dengan merobohkan pemerintah Belanda yang telah melindungi kaum kapitalis yang kejam dan penuh dosa, sekaligus menggantikannya dengan pemerintahan  bangsa pribumi yang lebih baik.

Organisasi ini akan memulai pemberontakan dengan perang sabil. Secara rahasia afd. B merencanakan untuk membinasakan orang-orang yang dianggap kafir, yaitu kalangan penjajah Eropa dan Tiong Hoa (Sarekat Islam Lokal, No. 7, 1975: 97).

Rencana pemberontakan S.I. afdeeling B itu kandas, karena sebagian tokohnya terjebak dalam kasus H. Hasan Cimareme. H. Adra’i mengajak kiyai dan tokoh afd. B lainnya untuk ikut rempug dan mengupayakan lagkah pertolongan kepada H. Hasan.

Baca Juga  KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN BELANJA ONLINE (ONLINE SHOP) DI INDONESIA

Namun, gerak-gerik anggota afdeeling B di Garut itu tercium oleh pemerintah. Maka terbongkarlah rahsia pemberontakan afdeeling B yang berpusat di Tasikmalaya tersebut (Soekapoera, No. 1, 2016: 38).

Sampai hari ini, gerakan pemberontakan S.I. afdeeling B masih menyimpan misteri yang masih belum terbongkar. Dapat dipastikan gerakan ini memiliki jaringan yang sangat kuat di seluruh daerah di tatar Pasundan.

S.I. afdeeling B juga dipastikan memiliki ribuan anggota militan yang siap melakukan perang sabil dan memberontak pemerintah kolonial. Selain itu, gerakan ini dipastikan terkait dengan gerakan tarekat di tatar pasundan. Mengingat gerakan ini telah melibatkan jaringan kuat kiyai dan santri di plosok tatar pasundan (Soekapoera, No. 1, 2016: 38).

Sumber:

H. Imael: “Meretas Jalan perang Sabil, Menabuh Genderang Perang, Berpikir Merdeka dalam Teks-teks lama Sora Merdika, Melawan Kolonialisme Melalui Syair Sunda” dalam Jurnal Soekapoera Institute. Vol 4. No 1. Tahun 2016. ISSN: 2338-4360.

Kaoem Moeda, 1920. Sarekat Islam Lokal, Penerbitan Sumber-sumber Sejarah No. 7. Jakarta: ANDRI, 1975.

Syam Aripin Iing, Marwoto Toto, Abdullah Dudung, Brata Rospia yat, Gunawan Agus, Runalan, Wijayanti yeni, Pajriah Sri, Lidinillah Endin, Kustiawan Awang, R. Dwi Adi, Rochlik Muhammad Dadang, Dimyati. D. Adang, Mujamil Miming, Widiyanti Tetet: “Kabupaten Ciamis dalam Sudut Pandang Senjarah dan Nilai Budaya”. Pemerintah Kabupaten Ciamis Dinas Pendidikan dan kebudayaan: 2014.

Sarip Hidayatulloh

Saat Tuhan menaikkan level hartamu. Jangan naikkan level gaya hidupmu. Tapi naikkan level sedekahmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.